Tampilkan postingan dengan label Zine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zine. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2015

PERHENTIAN


Jadi kita telah sampai pada waktu bernama perhentian.
Fur Zine dengan sederhana mempersembahkan Pameran Kartu Pos bersama teman-teman.

PERHENTIAN
9-10 Mei 2015
di duduk-duduk aspirational
Kemang Utara no. 42

Pembukaan:
9 Mei 2015

Jadwal Acara:

15:00
200 pengunjung pertama akan mendapatkan kesempatan untuk menulis pada kartu pos yang dipamerkan. Setelah pameran selesai, kartupos akan dikirimkan ke alamat yang tertera, jadi jangan sampai melewatkan kesempatan ini! (asik haha)

19:00
Acara: Pembacaan Puisi oleh Kennya Rinonce, musikalisasi puisi oleh Shafira Ayunindia dan Tampan Destawan juga musik akustik oleh Suasana Sabtu Pagi. Ini bersifat terbuka, jadi siapa saja yang mau ikutan baca puisi bisa spontan saja, akan disediakan buku-buku kumpulan puisi, atau membacakan puisi sendiri? mantab!

Lalu,
ada obrolan santai tentang dunia media independen, bersama;
Ika Vantiani
Aulia, Ariana dan Nathania Abigail (Laugh on The Floor)
Wiwin Fitriyani dan Reza Pradipto (House of Horror)
Popo Mangun (Morning Drawing)
Alien Pang (Jekenjel)

Obrolan ini bersifat sangat santai terbuka, siapa pun boleh nimbrung. Sharing tentang pengalaman membuat media independen. Mari berbagi cerita, siapa tau dapat inspirasi dan ide baru?

Terima kasih untuk semua yang mendukung pameran ini:

Duduk-Duduk Aspirational Space
LOTF
House of Horror
Rally The Troops
Morning Drawing
Ika Vantiani
Kennya Rinonce
Shafira Ayunindya
dan semua yang ikut membantu dari awal sampai akhir nanti.
Juga para kontributor yang sudah mengirimkan karya-karyanya, namun dengan keterbatasan kami, akhirnya harus menyeleksi.

Terima Kasih
^^

CONTRIBUTORS:

Abel Laksono, Addina Faizati, Ade Kartikaef, Adhimyr Rifky Rahman Putra, Adine Halim, Aditya Adam, Aditya Juwt, Adnan Roesdi, Ahdlat Furqon, Ahmad Habibie Dirgantara, Aishanatasha Adisasmita, Aji Susanto Anom, Ajoon Martia, Aldo Muharamarizka, Aliefya Octaviany, Almer Mikhail, Alya Nurshabrina, Amalia Permahani, Amirul Hhf, Amr Aly, Anang Musa, Angela Dios, Anggia Risma Putri, Anggieta Kustina, Anggoro R. Wahyu, Ani Herdiyani, Annila Yogi, Annisa Ferani, Annisa Methania, Antonia Maria Kusuma, Anwita Citriya, Anzi Matta, Arfiana Khaerunnisa, Argy Radypta, Asrul Dwi, Astri, Astrid Septriana, Atreyu Moniaga, Audia Putri Narayani, Avilla Dian Ansari, Avinda Vielandy, Azifah R. Astrina, Azis Wicaksono, Babon Van Brulapen, Bagus Mardiko, Bagus Setyo Nugroho, Bara Widarga, Bayu Pradana, Bujangankota, Bunga Yuridespita, Cathy Arnold, Cempaka Surakusumah, Centika Joandita, Chasty Budi, Chika Hasegawa (Japan), Chitra Ananda, Christine Mandasari, Chyntia Puspitasari, Citarini Ceria,, Clara Phedra, Claudia Clara, Clarissa Pranata, Dacik Juwita, Damar Rakhmayastri, Dany Dwia, Darmawan Aji, Dayinta Sekar, Designani, Debra Raymond, Deodotus Alvika, Dora Iroe, Devi Gunawan, Devi Merakati, Dey Irfan Adianto, Diah Diah, Dian Suci Rahmawati, Diani Apsari, Dimas Arya Gutama, Dimas Sensor, Dini Lestari, Dora Iroe, Dudin Rizal, Dzul Fikri, Eddie Hara, Edo Raditya, Ega Mawardani, Ella Wijt, Enggar Paramitha, Erang Risanto, Ersi Laras, Eugenia Clara, Evi Pangestu, Fachry Prayasi, Fandy Achmad, Faris Naufal, Firsty Virginia, Fransisca Edwina, Gadis Fitriana, Galuh Indri, Gisela Ayu, Gugun Permana, Harry Nugraha, Hasan Abd, Haviz Maulana, Herjuna Margana Putra, Idham Hudayah, Idham Rahmanarto, Ign Bramantya, Imam Arifin, Imania Kamila, Indah Rachmawati, Indira Diandra, Indira Larasati Dewi, Indrastuti, Inez Tedjo, Irene Insan, Irfan Fatchu Rahman, Irnindya Putri Nugroho, Isa Panic Monsta, Isrol Triono, Ivan Jasadipura, Jordan Marzuki, Kanishka Adhina, Kanya Stira Sjahrir, Karin Josephine, Katyusha Methanisa, Kemas Dwisatria, Khairuddin, Lala Bohang, Larasya Maitri Anjani, Lionindra Harviana, Lutesha Sadhewa, Mariskha Soekarna, Marrise Caine (Singapore), Marshya Sugianto, Mellissa Indria, Michelle Y. Seo (South Korea), Monica Loe, Nadine Maulida, Nadzarudin, Nara Pratama, Neng Iren, Nia Janiar, Nina Ahn (South Korea), Nona Kumis, Novita Theresia, Nurul Farichah, Nugraha Pratama, Olen Amellia, Okky Fachrudin, Ollivia Samantha, Onny Ranantalice, Orry Junior, Patricia Puspa Sari, Patrick Diderik, Perwira Gandhira, Pratikto Dwi Rahardjo, Putra Adji, Rachmadina I. Widyapianissa, Radhinal Indra, Raditya Adhitama, Raisa Ramdani, Rega Ayundya Putri, Resatio, Resqi U, Rewinda Omar, Reyna Clarissa, Reza Dwi Setyawan, Rhea Bambulu, Ricky Setiady, Rifat Natamimi, Rifqi Mansur Maya, Rio Waas, Riszky M. Fahreza, Dellana Arievta, Rizal Alam, Rizka Viramadhina, Robi Dwi Antono, Roni Ardiyatama, Rosyid Rachmatulloh, Rukii Naraya, Rupa Rusak, Sahid Permana Norwahdito, Salestinus Sustyo, Sally An & Emily May Gunawan, Sanditio Bayu Estuputro, Sarah Sofia, Sarita Ibnoe, Sekar Ayu Maharani, Septa Una, Sheila Soraya, Sheila Marji, Siva Armanda, Solechan, Stephanie Harris, Stephanie Jade, Stephanie Lestari, Sulvia Su, Sumarno Sandiarjo, Tasia Sugianto, Testarossa Karina, Thomashanandry, Toro Elmar, Turangga Sukandar Putra, Tuyuloveme, Ulfa Alfiani, Vinny Arsita, Vita Annisa Aprianinda, Walid Rusdianto, Wickana Laksmi Dewi, William Permana, Windy Anandiha, Yayan Apriani, Yerikho Iyek, Yogi Cahyo, Yosefa Aulia, Yovita An, Yujin Sick, Yunita Eksa.

Selasa, 27 Mei 2014

Perpustakaan Zine Bandung (Rilis-Pers)

Tahun 2012 dan 2013 gelaran Bandung Zine Festival dapat terlaksana secara mandiri atas inisiatif dari kawan-kawan Network Of Friends Bandung, yaitu sebuah event yang mempertemukan banyak penggiat media alternatif (fanzine) seperti pembuat zine, distributor zine, penerbit media alternatif dan penikmat zine itu sendiri. Di tahun yang ketiga ini (2014) Network Of Friends Bandung sengaja memberi jeda untuk tidak mengadakan Bandung Zine Festival terlebih dahulu dengan mencoba menjalankan beberapa proyek yang telah mereka susun dan rencanakan pasca gelaran Bandung Zine Festival (baik gelaran yang pertama dan yang kedua). Sebuah proyek kolektif yang masih terporos pada zine. Salah satu proyek yang telah mereka rencanakan adalah membuat Perpustakaan Zine di kota Bandung.

Apa itu Perpustakaan Zine Bandung?

Sebuah ruang alternatif yang dikelola secara mandiri untuk distribusi informasi berupa media alternatif (fanzine) dari kawan-kawan Network Of Friends Bandung, sebagai bentukan lain dari apa yang telah mereka buat setelah acara tahunan Bandung Zine Festival sebagai satu rangkaian yang utuh.

Ruang alternatif ini berbentuk sebuah perpustakaan zine yang akan menyediakan banyak media cetak alternatif seperti zine khususnya dan media cetak alternatif lainnya (seperti newsletter, pamflet, booklet, katalog, flyer, dll) dengan tujuan mempermudah siapapun untuk bisa mengakses zine, literatur alternatif lainnya, dan informasi yang terkait dengan keduanya, sekaligus sebagai upaya pengarsipan/ pendokumentasian media alternatif (fanzine) yang telah terbit dan beredar di Indonesia sejauh ini.

Bagaimana Perpustakaan Zine Bandung beroperasi?

Sebagai permulaan, saat ini kami masih mengumpulkan dan mendata ulang koleksi zine pribadi yang kami miliki, yang nantinya digunakan untuk bahan bacaan di Perpustakaan Zine Bandung. Sebagai sebuah proyek mandiri, pendanaan adalah masalah klise yang akan selalu dihadapi, oleh karena itu kami berinisiatif membuat beberapa benefit project guna keberlangsungan proyek Perpustakaan Zine Bandung. Salah satunya yang sedang kami lakukan adalah membuat sebuah album kompilasi Pustaka Nada Masa Kini berbentuk CD-R berisi 20 band dari jejaring kawan dari berbagai kota.

Hasil penjualan album kompilasi ini sepenuhnya akan kami gunakan untuk pembiayaan awal fasilitas operasional, yaitu: ruang, penyimpanan (storage), pemeliharaan (maintenance) dan distribusi. Tentunya juga, tujuan strategis dari proyek benefit ini salah satunya adalah alokasi dana untuk hal yang dianggap mendesak sebagai bentuk solidaritas dari kami, yang diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat 'dari komunitas, untuk komunitas'.

Sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh kawan yang terlibat dalam pembentukan Perpustakaan Zine Bandung, juga kepada kawan-kawan yang telah memberi donasi, baik berupa donasi finansial, koleksi zine pribadi, atau dengan membeli kompilasi Pustaka Nada Masa Kini sebagai bentuk dukungan (support) terhadap proyek yang merupakan bagian dari konservasi/ pelestarian zine-zine yang kami miliki.

Saat ini kami mempunyai ruang sementara yang dapat digunakan sebagai Perpustakaan Zine Bandung, bertempat di Jalan Vijayakusumah XVII Komp. Angeli Asri, Cijambe, Bandung Timur. Jika ada kawan-kawan yang berminat untuk mengakses zine ataupun informasi tentang zine dan ingin berkunjung, dapat mengontak terlebih dahulu ke alamat e-mail kami (bandungzinelovers@gmail.com)

.

Sabtu, 04 Januari 2014

Menetas Dewasa


Menetas Dewasa dibuat oleh morpwfy, berisi dua cerita pendek dan mereka menyebutnya "cerita singkat". Tentang keluarga dari sudut pandang seorang anak, sedih menjadi tema utamanya. Dua cerita ini dipadu dengan ilustrasi yang di "karang-karang" oleh morpwfy sendiri. Beserta Anzi Matta yang ikut membantu menulis di salah satu cerita.

Detail:
Black and White
32 pages
14.5 cm x 20 cm
HVS Paper 80 gr
Xerox print
Printed only 25 copy


______________________

Harga : Rp 10.000-






.

Minggu, 29 September 2013

house of horror zine vol. 3


Zine fotokopian edisi ketiga! telat banget ini keluarnya.. hehehe maaf yah namanya juga mahasiswa, masih belom bisa tepat waktu dan hal macem begini kebawa juga deh pas lagi mau nyelesain kuliah. Telat! Atas dasar itu juga kami bikin tema kali ini adalah soal "Mahasiswa" ciyeee.. asik yah. Lho terus yang ga kuliah tuh begimana? ya gapapa kami sih kepingin curhat aja lewat zine ini. Ahay!

Didalamnya ada juga liputan-liputan atau review-review-an acara atau rilisan yang kami datengin dan miliki, ada artwork-artwork keren! (menurut kami sih.. hehehe) ada dua jenis warna kover yang magenta dan kuning ceria, supaya hidup kita semoga turut ceria juga dan manis.. dan ini gratis untuk kalian yang mau aw!

*selama ada stoknya, semisal ada yang mau juga dari luar kota, kami minta ongkos kirimnya yah.. kami tidak punya banyak uang. Namanya juga mahasiswa.. atau kami kirimin deh file Pdf-nya



Senin, 29 April 2013

Anzi Matta


Tulisan ini pernah dimuat di house of horror zine vol. 2 interview singkat-singkatan yang sedikit mengupas-ngupas tentang seorang anak gadis yang sekarang tinggal di magelang, jawa tengah. Anzi "matta" Nadilla namun bukan personil dari grup matta ben. Suka menggambar, mendengarkan musik lalu menggambar tentang musik belakangan ini. Iya, lumayan pedes juga. (morp)


Nama aslimu? Darimana berasal?
Aku Anzi Nadilla, Bogor, Indonesah

Sekarang tinggal di Magelang, Kamu orangnya travelling banget yah?
Iya soalnya bapak TNI nicsssss :((((
Iya dong tapi hati aku mah ga travelling loh #eh

Mulai suka nyeni dari kapan?
Duh nyeni apa nih? gambar? ato apa?
Saya sik ga tau nyeni apa gitu

Kamu suka gambar dari kapan?
Dari kecil yah, mmm dari tk selalu pengen ikutan lomba gambar tapi ga pernah menang

Sedih ga? yang paling dukung kamu ngegambar siapa?
Kalo masih kecil sedih sih yah ga pernah menang, tapi lama kelamaan karena ga sering menang jadi ga sedih deh. Duh bingung nih. dua-duanya dukung kok, soalnya mereka berdua (emak-bapak) pinter gambar. Tapi itu waktu aku kecil, lama-kelamaan dua-duanya ga dukung deh.. Payah kan? -,-

Tapi sekarang di dukung sidoy dong?
Eaa dong, (tapi) gatau deng, asal cintaku mendukung :")

Buku "Kemerdekaan Bawah Tanah" itu tentang apa?
Hihihi :") mayu.. Iya, isinya 92% puisi, 5% foto-foto, 2% cerpen. (tapi) itu ngawur beuts :)).
Puisinya soal indonesiah di mata akoh dan kata orang-orang hehehhe pokonknya yah intinya menggambarkan keadaan setelah kemerdekaan. Kemerdekaan Indonesia, yang toh nyatanya..
Ya gitu deh.

Nyatanya kaya apa?
Kalo menurut saya, yang ga tau apa-apa tapi selama ini sok tau, kemerdekaan indonesiah yang sekarang itu ga ada artinya, ga ngerti arti merdeka, karena sekarang aja begitu banyak pembatasan. Pokoknya merdeka indonesia itu kalo kita-kita (bukan cuma rakyat) bisa melawan lupa, ga ada korupsi, rasis-rasis gitu, kita merdeka deh ntar, makmur. Mau berkarya juga makin santee.. ga takut dilempar ama fentung, jadi merdeka. Eh ngawur nih

Kalo gede mau jadi apa?
Susah ini pertanyaannya. Seriusan, kalo gede mau jadi diri sendiri aja. Jurnalis yang bisa menjadi dirinya sendiri #eeh

Tapi ga ada jurnalis yang bisa jadi diri sendiri, kadang diatur par-tai
Eyaaaaaalaaaaaah *tau. Itu maksudnya beda, cuma digabungin aja biar hemat kata :))
Ih kaya koran inisial "kompas" itu kan? #eh

Magelang saat ini kaya apa?
Magelang? mmm.. beberapa anak muda kekinian dari magelang berusaha membenahi magelang dari kemiskinan musik dan kemiskinan ilmu pengetahuan. Hiks

Ada geng-geng yang suka bawa golok terus ngebajak bus buat tawuran ga disana?
Wah disini mah ga ada, eh paling geng motor mabok terus ngeluarin tititnya. Udah gitu-gitu aja. Jarang sih geng-geng bawa golok, pake peci kan? Biasanya yang pake peci gitu dari luar kota. Ew

Punya teman imajiner?
Sekarang sih jarang dan karakternya sering berbeda-beda. Kalo dulu waktu kecil pernah nemanya "zena" berasa adek kakak. Seneng banget, suka ngobrol sendiri :")

Sibuk apa sekarang?
Sibuk gambar, sibuk gambar buat lomba ama pameran mendatang.. cieeeee. Sibuk belajar (biar ga keteter), pokoknya sibuk-sibukin diri buat berkarya deh. eaaaaaa..

Produktif banget, ko bisa sih?
Yak bisa aja sih, aku kan pawang ular berbisa. Jadi bisa ngapain aja

Kamu penyayang binatang yah, binatang buaya dan kadal juga ga?
Eaps doms. Buaya darat aja aku sayang, walaupun juga bikin sakit. eaaaaaa..

Kamu menulis tentang kimcil di blog, kamu itu kimcil bukan?
Tulisan mana sih? aku kimcil  kimpet cilik
Maaf, aku masih lugu

"Merintih Perih"  Pencil on Paper 11" x 16" - 2013


Minggu, 14 April 2013

Lookbook April-May




.

Happy Family Tees




Happy Family Tees
(M, L, XL)


PRE ORDER

Sesi pemesanan dibuka terhitung dari hari senin 15/04/2013 dan ditutup pada hari selasa 30/04/2013 dimana selanjutnya akan dilakukan sesi produksi pada awal bulan mei. Harga kaus Rp 85.000- belum termasuk ongkos kirim. Biaya ongkos kirim silahkan klik disini.

Untuk Pemesanan silahkan kirim pesan ke houseofhorror.zine@gmail.com dengan format:
Nama      : ..............................
Alamat    : ..............................
No. Telp  : ..............................
Barang    : ..............................

Transfer ke
Rekening BCA : 899-03-48-431 a.n. Wiwin Fitriyani

Info : 0857 724 111 24 (Reza) - houseofhorror.zine@gmail.com - @Houseof_Horror



.

Senin, 18 Februari 2013

house of horror zine vol. 2


Zine fotokopian edisi kedua! Kali ini menanyakan 'kalo gede mau jadi apa?'. Terdapat interview singkat-singkatan bersama mufti priyanka alias amenk dan anak periang tapi masih sekolah bernama anzi nadilla. Ada pula para submitter horror yang mengisi dengan gambar-gambar syahdu bahenol melehoy serta tulis-tulisan ngawang bagai sayatan distorsi gitar dangdut kondangan depan rumah di perumnas satu tangerang. ugh!

Bisa kamu-kamu dapatkan dengan menukarnya seharga Rp 15.000 (tenang ada bonusan)


.

ANTI-TANK

foto : dokumen ANTI-TANK

Tulisan ini pernah dimuat di house of horror zine vol. 1 bagaimana anti-tank menceritakan asal mula dia merajah tembok kota dan semangat perlawanannya. (morp)

ANTI-TANK adalah sebuah proyek kecil-kecilan yang saya mulai sejak 2003, di sebuah kota kecil Pematangsiantar, SUMUT. Ini adalah proyek pribadi berdasarkan inisiatif dan spontanitas saja pada awal kelahirannya. Kelahirannya berasal dari sebuah scene punk di sana, yang awalanya hanyalah bertujuan sebagai nama band saya. Saya membawa nama ANTI-TANK kepada teman - teman sebagai alternatif pencarian nama band. Dan berita hebatnya akhirnya nama itu tidak disetujui oleh semua anggota, dan hebatnya lagi band itu bubar tanpa menghasilkan apa pun, kecuali menghabiskan waktu untuk bersenang - senang.

Setelah mimpi akan band itu terlupakan, saya memakai nama ANTI-TANK untuk semua proyek pribadi saya. Seperti membuat emblem, komik, poster, zine dan berbagai artwork pesanan teman. Saya memilih nama ANTI-TANK untuk semua proyek saya adalah karena saya tak mungkin menggunakan nama Andrew pada setiap karya dan karena saya memang menyukai sebuah konsep nama yang melibatkan unsur kata "ANTI". Ini dikarenakan untuk iklim punk di daerah saya, scenenya bisa terbilang primitif dan politis (meski juga tidak politis amat) Sebahagian besar dari kita masih tertarik dengan isu-isu politis dan menomor sekiankan cerita tentang musik dan genre-genre nya. Jadi isu yang beredar disekeliling kita adalah isu seputar anti militerisme, anti globalisasi, anti fasisme/rasisime dan ke anti-anti an lainnya. maka dari sana saya pikir saya harus menggunakan unsur ANTI tersebut pada nama yang ingin saya bentuk.

Kemudian saya menemukan "TANK" -nya ketika menonton berita di tv tentang militan yang menghancurkan tank Amerika dengan senjata roket ANTI-TANK. Wow! ini dia yang saya cari! "TANK" tersebut adalah sebuah simbolisasi sempurna dari militerisme yang dulu banyak mempengaruhi pola pikir kita di scene punk. Dan dari situlah nama ANTI-TANK berasal.

Aktivitas ANTI-TANK di awal kelahirannya banyak berkisar pada pembuatan artwork personal atau poster gig atau poster protes yang saya buat untuk protes ini itu. Walau hanya fotokopian dan berukuran A4, saya sangat menikmatinya. Mulai dari ide, proses pengerjaan hingga eksekusinya. Meskipun saya tidak pernah tahu bahwa itu ternyata dikenal dengan sebuah tehnik street art wheatpaste. Tapi bagi saya ketika itu poster adalah sebuah hal yang harus saya lakukan dan sangat tak mungkin untuk mengabaikannya. Poster dan menggambar adalah hal yang sangat penting kala itu. Poster-poster itu saya tempel di beberapa tempat sepanjang jalan dari SMA saya hingga ke rumah. Saya melakukannya disiang bolong dan sendirian, menempel nya dengan begitu polosnya lengkap dengan seragam sekolah dan tidak sadar bahwa itu adalah ilegal! Tapi tentu disaat itu dimasa dimana internet belum seperti sekarang tak ada yang begitu peduli dengan poster asal - asalan itu. Disamping saya menempelinya di jalanan saya juga membagikannya kepada teman - teman yang berminat. Bagi saya ide tentang melakukan dan berbagi sesuatu adalah sebuah ketertarikan bagi saya.

foto : dokumen ANTI-TANK
Ketika saya tiba di Yogyakarta untuk melanjutkan kuliah, barulah saya membawa ANTI-TANK kepada wujudnya yang sekarang. Ketika saya melihat kemegahan mural dan graffiti, poster dan stiker, Taring padi dan Apotik Komik, semangat dan gairah, kegilaan dan keberanian, disitulah saya semakin tak bisa tidur. Bagaimana mungkin saya bisa pura - pura tidak melihat dan mengabaikan apa yang dilakukan oleh orang - orang itu pada tembok tinggi di Sagan, pada apa yang terjadi dengan pertempuran cat semprot di Jokteng, Kusumanegara, Tugu dan puluhan spot lainnya yang semakin hari semakin gila dan menggairahkan. Disetiap pagi ketika saya harus pergi kekampus dan melihat semua keriuhan karya - karya baru masih basah sisa pertempuran tadi malam. Saya pikir saya harus ikut ambil bagian dengan apa yang terjadi di sini. Tak mungkin diam saja, membudakkan diri pada hegemoni kampus.

Jadi pada dasarnya apa yang sedang saya lakukan sekarang adalah bagian dari praktik mata pelajaran paling fundamental dari kultur punk yaitu Do It Yourself nya. DIY adalah hal yang saya yakini hingga sekarang. Melakukan apapun yang saya sukai dan yakini, tanpa harus peduli dan menghabiskan energi pada lingkar kotak defenitif semu dekonstruktif tak penting. Entah DIY itu bermuara pada politik, seni, komunitas, perilaku, teman atau percintaan. Ahh... 


.

house of horror zine vol. 1


Zine fotokopian edisi perdana di isi dengan karya fotografi dari ready febrian di halaman sampul beserta interview dengan dirinya, lalu cerita dari anti-tank dan interview dengan ibu muda kreatif di bagian jahit-menjahit dan kerajinan tangan yang mempunyai panggilan cemprut. Seluruh halaman adalah hitam putih dengan bonus berwarna di dalamnya.

Bisa kamu dapati dengan menukarnya seharga Rp 8.000,- (SOLD OUT)


.